Monday, July 20, 2009

Cukuplah Karena Kita Sesama Manusia

Hidup terus berjalan.
Bagi keluarga Timothy McKay, Garth McEvoy, Evert Mokodompis dan korban bom JW Mariott/Ritz Carlton mungkin tidak semudah itu. Istri Evert bahkan baru saja melahirkan anak keduanya sehari setelah bom meledak.

Pagi ini aku tertegun membaca satu artikel di Tribun Kaltim. Judulnya Ightiyal dan Bom Bunuh Diri. Salah satu isi tulisan itu adalah :

Teror bom itu telah membuat Indonesia menangis. Menangis karena dengan aksi itu, citra Indonesia kembali masuk dalam kategori negara yang tidak aman. Menangis karena pecinta Manchester United kecewa berat karena jadwal laga Indonesia All Stars verus MU di Stadion Gelora Bung Karno dibatalkan. Umat Islam Indonesia juga ikut bersedih, karena aksi pelaku teror bom bunuh diri itu serta merta meninggalkan citra buruk umat Islam di mata dunia.


Juga disebutkan tentang MUI yang harus menunggu empat tahun (setelah Bom Bali I) untuk menyatakan fatwa haram untuk aksi bom bunuh diri. Fatwa tersebut dikeluarkan 10 November 2005.

Tanpa mengurangi makna dan maksud baik penulis, aku bertanya-tanya "Seegois apa kita ini?" Apakah Indonesia menangis karena telah jatuh lagi korban-korban tak bersalah, telah bertambah lagi anak-anak yatim atau piatu dan telah muncul lagi korban-korban luka yang mungkin akan cacat seumur hidup..... atau karena MU tidak jadi datang??? Mana yang lebih penting? Nyawa manusia atau citra?

Dan ketika aku membaca di tulisan tersebut tentang seorang Syeikh Sholih Al Fauzan di Arab Saudi yang menyatakan bahwa
Ightiyal (membunuh dengan rahasia dan sembunyi-sembunyi) dan perusakan (pada sumber-sumber pemerintahan di negeri kafir) adalah perkara yang tidak boleh. Karena akan menyebabkan kejelekan terhadap kaum muslimin dan menyebabkan pembunuhan dan pengungsian terhadap kaum muslimin, ini perkara yang tidak boleh
...aku mulai merasa sedikit mual.

Apakah segala sesuatu harus berputar di sekitar kita, kaum muslim?
Apakah tidak cukup alasannya karena semua manusia punya hak hidup yang sama?
The same flesh, bone, blood, heart and mind?

Beberapa hadis dari Nabi Muhammad (Sallallahu Alaihi Wasallam) yang sangat menekankan agar kita menjauhi kekerasan :

Deal gently with the people, and be not harsh; cheer them and condemn them not.

That person is nearest to God, who pardons, when he has someone in his power, one who would have injured him.

Assist your brother or sister Muslim, whether he be an oppressor or an oppressed. 'But how shall we do it when someone is an oppressor?' Muhammad said, 'Assisting an oppressor is by forbidding and withholding that person from oppression.'

The best jihad (lit. striving) is a just word before a tyrannical authority.

All God's creatures are His family; and he or she is the most beloved of God who tries to do most good to God's creatures.

Faith is a restraint against all violence, let no Mu'min commit violence.


May Allah bless us with His love, and the love of those who love Him. May Allah fill our hearts with love.
Wallahu'alam bissawab. Only God knows the best.

Friday, July 17, 2009

Jakarta Meledak Lagi





What's the difference between a drone attack and a suicide bomber? Both use robots, and at the end of the day, both puppeteers get to go home to their families and act like nothing happened that day. Or act like something happened and proud of it.

Apa yang kalian inginkan?
Mengacaukan negeriku?
Tidak puas dengan pemilu?
Permainan kekuasaan?
Mengklaim satu kebenaran di atas yang lain?
Berperan menjadi Tuhan?

The circle of violence won't solve anything.
Whoever you are, you stupid and coward people who are trying to destroy my country, I pray your family won't suffer the same fate as the victims of the bombings of the JW Marriott and Ritz-Carlton today.

Our deepest condolences.
Jakarta meledak lagi.
Indonesia menangis lagi.

Wednesday, July 15, 2009

Tikus, Cicak, Buaya, Manusia...


Pagi hari. Sambil ganti baju.

Aku : " Gimana dugemnya semalam? ^^ "
Dia : " Gitu deh.."
Aku : Sigh...
Aku : " Jadi ngurusin hanky pangky bisnis gitu sekarang ya..."
Dia : " Semalam akhirnya nyebut angka...."
Aku : " Haaa??? "
Dia : " Itu sih murah. Taun kemarin mintanya something point something billion. "
Aku : " Whaattt??? Terus? "
Dia : " Ya, ntar kuterusin ke bosku. "
Aku : " Terus?"
Dia : " Ya, terserah keputusan yang di atas. "
Aku : " That's it? Bakal dikasih? "
Dia : " Itu dia. Sebenernya kita ngga salah apa-apa. Cuma dipersulit aja. "
Aku : " Ngga bisa dilaporin ke KPK kah? "
Dia : " Hehehe, I wished. "
Aku : " Ngapain kita marah-marah sama anggota DPR atau jaksa korup...kalo ternyata yang terang-terangan di depan mata kita ngga bisa berbuat apa-apa. "
Dia : " Aku pasti bakal protes ke bos. Tapi bukan keputusanku hasil akhirnya. "
Aku : " Jadi selama ini bikin SIM ngga nembak, tilang ngga minta damai, nolak amplop dari supplier, nolak titipan...ada artinya ngga sih? "

Di sini aku salah. Maklum emosi. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri sendiri...gitu kan?
Jadi pasti ada artinya. Walau saat ini rasanya tidak ada artinya...


Aku : " Mau gimana memutus lingkaran setan ini? Apa mereka yang minta-minta seperti itu padahal mereka digaji dengan uang rakyat ngga takut memberi makan anak-istrinya uang haram? "
Dia : " Lha mereka agamanya (tiiiiitttt).
Aku : " So? Semua agama ngga ada yang menghalalkan korupsi, suap, KKN... Itu yang korupsi banyak yang pake embel-embel haji. Kalo mereka minta 300 juta ke kantong mereka itu bukan masalah agamanya apa tapi orangnya gimana"
Dia : Sigh.
Aku : " Seperti memberi makan tikus..."
Dia : " Masih mending. Ngasih makan tikus ngga dosa. "

Siang hari. Via sms.

Aku : " Aya naon semalam? pake nulis status begitu, hun?"
Dia : " Ya soal permintaan orang-orang itu semalam. Perasaanku galau "
Dia : " Bos tadi pagi malah bilang 'bagus, kok cuma segitu'. Kok begini..."

Saat ini.
Sedih.
Marah.
Bingung.

Aku : " DAMN!!!!!"

Wednesday, July 8, 2009

Happy Voting, Indonesia!


It's voting day!
And it's too late to be a pessimist.
We can choose only the best of the worse.

Bismillahirrahmanirrahim.