Tuesday, December 30, 2008

Catatan hari keempat

Kapal Dignity, yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza, dihentikan dan ditabrak oleh Angkatan Laut Israel di perairan Internasional. Awak Dignity terdiri dari multi bangsa (Inggris, Yunani, Yordania, Australia, Irlandia, Siprus, Sudan, Jerman, Iraq dan Amerika Serikat).
Respon Israel, "It was an accident"

May 2003, James Miller(35), seorang pembuat film Inggris yang mendokumentasikan anak-anak Palestina di kamp pengungsi gaza, ditembak di leher oleh tentara Israel. Rekaman video memperlihatkan James dan rekan-rekannya membawa bendera putih dan berteriak bahwa mereka jurnalis Inggris.
Respon Israel, "He was caught in a crossfire"




James Miller sehari sebelum kematiannya. Sumber REUTERS/Handout


Maret 2003, Rachel Corrie (23), sukarelawan ISM (International Soladirity Movement), warga negara Amerika tewas dilindas buldoser Israel saat ia mencoba melindungi rumah warga Palestina yang akan diratakan.
Respon Israel, "She ran in front of the bulldozer"





Ah, sepertinya daftar ini tidak akan berhenti.
Sebaiknya kutambahkan satu saja. Satu nama yang kuingat jelas karena baru kulihat di Al Jazeera "Shooting the Messenger" kemarin.

Fadel Shana (23).
Cameraman Reuters, memfilmkan tembakan dari tank yang akhirnya membunuhnya. Fadel baru keluar dari kendaraannya yang bertanda 'TV' dan 'Press". Kejadian ini berlangsung di sore hari yang terang (5 sore). Dua pemuda Palestina yang sedang bersepeda di jalan yang sama juga tewas.
Respon Israel, tentu saja, itu adalah kecelakaan. "Sudah menjadi resiko mereka karena berada di zona perang".




Jadi jangan heran jika korban di hari keempat ini sudah mencapai 362 orang tewas dan 1600 orang terluka di pihak Palestina (5 orang tewas, 7 terluka di pihak Israel). Israel dan IDFnya dengan segala kecanggihan teknologi yang mereka miliki punya kecenderungan 'tidak sengaja' membunuh orang.

Dan ketika salah satu juru bicara Israel mengatakan di Al Jazeera tadi pagi bahwa "Numbers are meaningless"....apa yang bisa kita katakan lagi?
It's their words against our words..
Aku yakin jika kondisinya dibalik, Israel : 362 tewas, Palestina : 7 tewas, dunia tidak akan menutup mata, telinga dan mulutnya seperti sekarang.

When holocaust victims has becoming holocaust do-ers...
When some nation's terrorist is another nation's freedom fighter...
When life, any life, is meaningless...
When a human is subhuman to another...

Phew, sudah 4 hari menahan diri untuk ngga memaki-maki...

Be strong, my brothers and sisters.
I know it's never enough,
but my thoughts, my heart and my prayers are always with you.

Monday, December 29, 2008

gaza, 27-12-2008

Terlalu banyak hal-hal absurd hari-hari ini.

An IDF spokeswomen on Sky news said that as far as Isreal was
concerned there was no humanitarian crisis in Gaza...

I'm craughing..crying and laughing at the same time.

I remember back then, when the apartheid system in S. Africa had the best killing machines on the continent, they had a good press network to misguide the public.
At that time the apartheid gov't killed many innocent women, kids, students, old etc (they called them terrorists), its no different with what is happening in Gaza today.
Its shocking to see such a waste of life of the innocent school kids, there is no any justification for that.

And when US, Livny, Abbas and others blamed Hamas for the death of almost 300 palestinians, i'm not just craughing.
I'm craughing out loud!

The creation of Hamas was encouraged by Israel as they were trying to undermine the PLO. 17 years of failed negotiations from them and Fateh with no change and a worsening situation... that's why Hamas were elected. Hamas did lots of social work in Gaza when things were awful, before they became dire.. many voted for them because of this and the other situations mentioned above.
Miscalculation by those democratics nations perhaps.

Sama seperti alasan keliru tentang senjata pemusnah massal di Irak.

Dan akhirnya negara-negara demokratis itu juga yang menginginkan pemerintahan Hamas jatuh. What do they want, exactly? Don't get it.
What excuses will they make tommorow?

292 palestinias killed.
1 israeli killed.
and i'm watching silently, like the world.

And as i watch,
as i read,
as i write,
children, women, and men are dying.
3 years under siege, and now under attack.

Once again we are watching massacres in Gaza, as we did last March when 110 Palestinians, including dozens of children, were killed by Israel in just a few days. Once again people everywhere feel rage, anger and despair that this outlaw state carries out such crimes with impunity.

And everywhere in the net, i still can find people who say "it's a self defense." Do they read from script?
What do you expect from people you oppressed, humiliated, killed? that they will love you?
If this assaults is a self-defense, so does the rockets from Hamas, no?
"Hamas must do this, hamas must do that, palestine must do this" Well, Israel must do something too. Blockages, expanding settlement. That's what they do.
That's the fact.

But, an eye for an eye will only leave everyone blind.
Stop that eliminate this eliminate that thingies! I, personally, don't want to wipe any people out from any where for what so ever reason.
I still believe (and i'll be damned if i don't) there are people who want peace. From both side. How do you make peace if you don't want to talk to your enemies?

Buat yang ngga mau, yang bilang palestina bukan negara jadi ngga bisa diokupasi, orang-orang palestina pantas diserang karena mendukung hamas, don't stop until gaza jews again (ada!), dan sebaliknya, musnahkan israel, hilangkan israel...be a man (or a woman), and leave us, people who want to walk side by side, alone.

And those spokepersons on tv (IDF,US,UN,you named them), they're really make me sick.

It's 7 am at Gaza city.
and i can't even imagine what they've been through these 3 days, all these years...

Tuesday, December 23, 2008

Dialogku dengan Dimas Arga


Malam hari, jam 9.
Aku : Adek, bobok yok...
Dimas : Mamah. Nenen. Boboookkkk!!!
Aku : Bobok di puk-puk aja, nak...sini Mamah puk-puk...
Dimas : (Mulai mimbik-mimbik) Nenen. Boboookkk....
Aku : Mau mbaca? Mau nyanyi?
Dimas : (Berkaca-kaca) Angggg....Nyenyennn...
Aku : (Nyanyi Nina Bobo sambil nepuk-nepuk punggung Dimas)
Dimas : Huaaaaaaaaaaaaa....T.T

Kira-kira 30 menit kemudian dia tertidur sambil setengah tengkurap mbelakangin aku.

Tengah malam, jam setengah 1.
Dimas : Anggggg....nyenyeeennnn...
Aku : Ssshhh, sshhh, sshhh...bobok lagi sayang
Dimas : HUaaaaaaaaaaaa...T.T

15 menit kemudian Dimas dah merem lagi, tetep mbelakangin aku.

Jam 2 pagi.
Dialog yang sama dengan yang jam setengah 1, tapi kali ini diakhiri dengan Dimas turun ke kasur bawah dan bobok sama Damar.

Jam 4 pagi.
Nangis nyari nenen, tapi langsung bobok lagi.

Jam 6 pagi.
Bangun sambil nangis, lari keluar kamar.
Dimas : Neneennnn....
Aku : Pagi, sayang...Mau minum susu coklat apa teh? (Anak-anakku suka nge-teh, kayak embah-embah >,<)
Dimas : Anggggg...Nenen!Nenen!Nenen!
Aku : Mau jus, Dek?
Dimas : Ma Mauuu!!! (Ngga mau!!!)
Aku : Gendong yuk...
Dimas : Ma Mauuu!!!

30 menit kemudian berakhir dengan jongkok berdua di teras depan ngeliatin ulat yang numpang lewat.

Hehehehehe....
Januari tanggal 17 Dimas 2 taun. Dan sekarang sedang proses menyapih.
Papahnya sih udah nyuruh dia disapih dari sebelum Idul Fitri ("Dimas, nenen Mamah udah kadaluarsa, gak usah nenen lagi yak??" Untung Dimas ngga bisa dibohongin...).
Tapi aku berkeras tetap menyusuinya sampai 2 taun.
Lha anugerah dari Allah kok dibuang-buang? ^^

Dua tahun.
Dan sedang hobi-hobinya nonton Popop Pat (Pak Pos Pat), minta diliatin kalo joged-joged tiap ndenger lagu (ekshibisionis juga yak ^^), dan lagi galak jadi harus sering-sering dikasih time out (duduk diam sendiri di sofa selama semenit, believe me..that's hard for an angry child.)

Yang kosakatanya sekarang :
1. Mamah, Papah, Ma (Mas), Nenek, Mbah, Hajuk (Mbak Yuk)
2. Yaa hatoohh! ( Yaa jatuh!), Ihhh Pipiii! (Ih, Pipis!)
3. Hana? Hana? (Mana? Mana?)
4. Tek ampah, hini!! (Truk Sampah, sini!!)
5. Oloohh Ouwborrr... (Allahu Akbar...)
6. Ikan, udang, empe (tempe), hahu (tahu), otel (wortel), mpek-mpek, ais (es), emen (permen)

Dan masih banyak yang lain.
Heheh...kapan-kapan kubikin kamus Bahasa Dimas-Indonesia aja deh!

Phew.....
Semoga mamamhmu ini bisa jadi ibu yang amanah ya, nak...
Ibu yang semakin sabar untuk mendengarkanmu dan menatap matamu ketika kalian marah dan sedih. Yang tertawa dan tersenyum untuk setiap hiburan dan candamu.

Semoga mamahmu ini ngga gaptek dan males belajar biar bisa njawab sejuta macam hal yang kalian tanyakan.

Yang semakin rajin mengajak kalian nyanyi, nari, maen kuda-kudaan, melempar kalian tinggi-tinggi ke atas dan menangkap kalian lagi (lumayan, gak perlu angkat barbel), dan ngasih tau nama-nama mahluk penunggu kebun kita.
" Itu ulat bulu, itu kodok, itu semut, itu bunga matahari, itu anyelir, itu pohon mangga, itu kadal, itu kaki seribu, itu...itu...itu pupup kucinggg!!! Huaaaa!!!"

Hmmm...Life is beautiful indeed.

I hope you never lose your sense of wonder
You get your fill to eat
But always keep that hunger
May you never take one single breath for granted
God forbid love ever leave you empty handed
I hope you still feel small
When you stand by the ocean
Whenever one door closes, I hope one more opens
Promise me you'll give faith a fighting chance

And when you get the choice to sit it out or dance
I hope you dance
I hope you dance

I hope you never fear those mountains in the distance
Never settle for the path of least resistance
Living might mean taking chances
But they're worth taking
Lovin' might be a mistake
But it's worth making
Don't let some hell bent heart
Leave you bitter
When you come close to selling out
Reconsider
Give the heavens above
More than just a passing glance

And when you get the choice to sit it out or dance
I hope you dance
(Time is a real and constant motion always)
I hope you dance
(Rolling us along)
I hope you dance
(Tell me who)
I hope you dance
(Wants to look back on their youth and wonder)
(Where those years have gone)

I hope you still feel small
When you stand by the ocean
Whenever one door closes, I hope one more opens
Promise me you'll give faith a fighting chance


(I hope you dance-Lee Ann Womack)

Sunday, December 21, 2008

take me away, just for today...

Arghh...
28 years of my life and still
Trying to get up that great big hill of hope
For a destination.


Hehehe, well yeah...i'm not 25 anymore.
Not even close >,<
Ditambah dengan almost 5 yo Damar dan almost 2 yo Dimas...hmmm, bisa ditambahkan 5 tahun ke angka 28 tadi. Kekekekekek....
*But forever young inside...* =P

Mungkin udah 7 taun hibernasi.
Yah, kalo dikurangi masa-masa kembali ngenal chatting dan internet...hmmm, 6 taun deh. Melewati 12 pergantian musim bersama dua beruang kecilku. Dan satu penunggu goa, yang hari ini membuat ngambek modeku absolutelly ON...

Damn you, penunggu goa! Udah janji mau jalan-jalan berburu madu (heeehhh??? beruang suka madu kan?) malah ditinggal maen soccer. Huh...Manaaaa waktunyaaaa????

Hehehehe T.T

Pusing hari ini dan kemarin...mencoba membuat mimpi jadi kenyataan.
membuat niat jadi jalan (when there's will, there's a way thingies).
mencari-cari temen di dunia virtual (karena semua smsku balik dengan kata-kata, "sorry nin, ngga bisa", dan dikatain "get a life,nerd!" sama my known enemy...T.T

Berhubung aku lagi panas, sepanas pemain-pemain Indonesia dan Thailand tadi malam...mending nulis. Mending nyanyi. Mending diam. Time Out!!!!!!

Anak-anak keluar ma Papahnya, jauh-jauh dulu dari kepala berasap ini.
Aku jauh-jauh dari Papahnya, daripada dosa nunjukin muka manyun mulu.
Biarin monitor sayangku ini aja yang salah tingkah hadap-hadapan ma manyunku.

"Smiler never loose, frowner never win" Hehehe...

Phew...
Inget sama tatapan aneh bin bingung sama ibunya ponakanku, ibu mertua, ibuku sendiri, ibunya temen damar, dan ibu-ibu yang lain, ketika mereka denger aku mau ngajak anak-anak ke gunung.
Ngga tau kalo denger akunya yang mau naik gunung...
Disate kayaknya...berhubung daging kurban dah habis >,<

So, here I am.
Belum punya temen. Padahal ada 2 temen natrekk yang mau ke Gede tgl 25 ini.
Juju naiknya lebih dari semalam (disusul Dimas ke Surya kencana ntar aku).
Iqbal qarung? hehehe...rada ga pede mo nelpon...
Masih belum punya alat. Semua kelengkapan perangku jaman sekolah dah entah beristirahat dengan damai dimana.
Arghhh....dimana rental tenda dome ya?
kok ngga nemu yg sreg di net.

And baidewei baswei, dah 2 temen yang komen pagi ini, Gagah dan Juju, kok ngga beli ajah sih...
Jawabanku sama, dah buat susu dan diapers. Kekekekekek...Lebih gak modal dibanding masa kuliah.

Rindu...
Rindu...
Kangen ma semuanya. Perasaan waktu dulu.
Waktu kelima panca indera begitu dibanjiri anugerah Sang Pencipta...Tanah basah, bau hutan, dingin yang menyelinap, air nutrisari yang membasahi kerongkongan yang kering selama pendakian, suara dan tawa teman-teman, John Denver dan Padi, bintang yang seakan bisa diraih jika saja kupanjangkan tanganku (dipanjangin panjaaaaaaanggggggg sekali, baru deh nyampe), bayangan ujung-ujung pohon, punggung yang lengket oleh keringat, carrier yang pelan-pelan nambah berat, dan kaki yang mulai ngadat :)

Sampai di puncak, biasanya menunggu sebentar, in search of sunrise.
Dan menghitung lagi kenikmatan-kenikmatan Ilahi itu...
Sinar matahari pertama di kulit muka, bintang fajar yang mulai menghilang, warna langit dan awan nun jauh disana, pemandangan sekitar yang mulai berwarna, dingin yang mulai menghangat, mengingat orang-orang tercinta di rumah...

I miss you, Pah...
(crybaby, u nerd!)
Hiks...

Dan perjalanan turun.
Perjalanan pulang.
Dulu ada temen di THA yang bilang, "lari aja nin! tapi seimbangkan dan mantapkan tubuhmu" Dan biasanya, kalo itu memungkinkan, aku akan lari. Run, Nin, Run!
Bersama apapun yang ingin kulupakan waktu itu.
Lari dari kenyataan, lari menuju kenyataan.

Perjalanan ke rumah dengan transportasi umum?
Wah, itu panjang lagi ceritanya...hehehe.

Semua keindahan itu, dengan warna, rasa, baunya.
Semoga menambah kemanusiawianku. Dulu dan sekarang.

Semoga suatu saat nanti, Damar dan Dimas remaja dan dewasa dapat merasakannya. Dan menghargainya.




*Sigh...*
So for now let me sing that wonderful Oasis song (pinjem, Bim!)

Just when it falls apart
And when it's time to start
Will you sit down here for another day
And when it's time to be
All the things that we
Are wishing away for another day

Cos in my soul we know where we're goin
We're goin where the grass is green, the air is clean and the good times are growin'
So take me away
Just for today
Cos I'm sat here on my own
I'd like to be
Under the sea
Where they'd probaly need a phone

And just when it falls apart
And just when it's time to start
Will you sit down here for another day

Cos in my soul we know where we're goin
We're goin where the grass is green, the air is clean and the good times are growin'
So take me away
Just for today
Cos I'm sat here on my own
I'd like to be
Under the sea
Where they'd probaly need a phone
I could be you
If I wanted to
But I've never got the time
You could be me
And pretty soon you will be
But you're gonna need a line

Need a line
Need a line
Need a line



You're right,my friend...keep on dreaming.

Sunday, December 14, 2008

In My Sky


(picture from a friend)

Akhir-akhir ini aku terobsesi dengan langit.

Hoping to find myself a nice dark location with a good clear view of the night sky. (Bukan langit Jakarta yang mendung dan berpolusi)...
Finding a hill with a clear view of the horizons...
Waiting until sunset, waiting until it's dark and lovely...
Melihat ke arah matahari terbenam dan menghadap ke arah barat. Membelakangi Timur, dengan utara di arah kanan dan selatan di arah kiriku...

Dan inilah dongeng pengantar tidurku malam ini.

Pernah dengar Galaksi Bima Sakti (lovely milky way...) dan Galaksi Andromeda?
Rasi Callum, Horologium, Pictor, Reticulum? (Pasti jarang, lha aku juga baru tau waktu nulis ini...)
Tapi kalo Capricornus, Aquarius, Pisces, Aries, Taurus dan Gemini pasti pernah karena sering dihubungkan dengan tanggal lahir.

Atau kumpulan bintang Pleiades, yang terdapat di konstelasi Taurus. Yang namanya dalam bahasa Jepang adalah Subaru. Beberapa ilmuwan islam mengatakan bahwa Pleiades (At-thuraiya) adalah bintang yang disebut dalam surat Al Najm.
Dalam agama Hindu, Pleiades (Krittika) disebut sebagai enam ibu dari Dewa Perang Skanda, yang memiliki enam wajah.

Katanya ada 2000 bintang yang terlihat oleh mata, membentuk 88 konstelasi. Konstelasi atau rasi bintang adalah kumpulan bintang yang sebenarnya ngga ada hubungan apa-apa. Teman bukan, pacar bukan... >,<
Efek optikal aja yang bikin mereka terlihat berdekat-dekatan.

Another story.
Banyak nama bintang yang sebenarnya berasal dari nama Arab, nama yang berumur ratusan tahun. Mengisyaratkan bahwa budaya Arab (Islam) telah mengenali keindahan sains sejak lama, bahkan sebelum Masa Kegelapan melanda Eropa.
Bintang Betelgeuse, ternyata namanya diambil dari 'yad al jawza' atau 'hand of al jawza'. Al jawza artinya 'Yang di Pusat' (The Central One).Oleh kebudayaan Renaissance disebut Bait Al Jawza. Dan akhirnya 'diplesetkan menjadi namanya sekarang, Betelgeuse.

Dan tau ngga, bahwa dua bintang yang bergabung dengan bulan sabit membentuk konstelasi smiley di awal bulan desember ini adalah planet? Rendezvous antara dewi kecantikan Venus dan Dewa dari semua dewa Jupiter sudah pernah kutulis sebelumnya.
Planet, dari Planetaia, wandering star.

Bicara tentang bulan, Luna.
Malam ini aku keluar rumah jam 1 dini hari.
And clear dark sky, a bright full moon, and twinkling stars. In my sky, finally...
So happy to see her ^^
My Bella Luna...

Friday, December 12, 2008

Starlight Express

It's 13 minutes before midnite.
Dan yang bisa kulakukan cuma memandangi anak-anak dan papahnya malang-melintang di kasur baru Damar. There's no space left for me T.T

Akhirnya terus kutak-katik komputer...
Nemu lagu masa kecil dulu,
jaman suka nonton Star trek dan X Files jaman SMP,
juga soundtrack waktu ngeliatin bintang nun jauh di atas...

I can't help myself!
another mellow moment >,<


Starlight Express

When you good nights have been said
And you are lying in bed
With the covers pulled up tight
And though you count every sheep
You get the feeling that sleep
Is going to stay away tonight.
That's when you hear it coming
That is when you hear the humming of the

Starlight Express, Starlight Express,
Are you real, yes or no?
Starlight Express, answer me yes.
I don't want you to go.

Want you to take me away
But bring me home before daylight
And in the time between
Take me to everywhere
But don't abandon me there
Just want to say I've been.
I believe in you completely
Though I may be dreaming sweetly of the

Starlight Express, answer me yes.
I don't want you to go.
And if you're there
And if you know
Then show me which way
I should go.

Starlight Express, Starlight Express,
Are you real, yes or no?
Starlight Express, answer me yes.
I don't want you to go.

Monday, December 8, 2008

Ketika Dewo di rumah sakit

Sudah beberapa hari Dewo di rumah lagi.
Kinda back to our normal life again, all of us.
Aku gak bolak-balik rumah sakit dan rumah lagi. Anak-anak tidur dengan orangtuanya lagi. Dewo mulai bersuara ribut seperti biasanya lagi. Dan aku mulai bawel seperti aku lagi. Hehehehe....

Tau apa yang terburuk?
Ketika berdiri di sebelah tempat tidurnya di ruang UGD Fatmawati yang dingin, ngeliat tangan dan kakinya biru. Waktu itu Dewo ngga ingat apa yang udah dia tanyakan padaku 5 menit sebelumnya. Mukanya pucat, matanya kosong, dan aku mulai mikir apa yang terburuk yang bisa terjadi...

Alhamdulillah, Tuhan masih ngelindungin Dewo.
Malam itu, karena ngga tahan dengan kelambatan kerja perawat dan dokter di UGD Fatmawati aku mindahin Dewo ke Bintaro.
(Tapi Pak Satpamnya baik banget sama Damar ^_^
Terima Kasih, Pak Satpam UGD Fatmawati yang bertugas 1 Desember kemarin!)
Dan Damar dengan bahagianya bisa naik ambulans, kendaraan favorit kedua setelah mobil pemadam kebakaran.
Well, there's always a silver lining in every cloud for Damar. A lesson i should always remember.

Sepanjang malam itu, sejak Dewo nelpon jam 18.10 ngabarin kecelakaannya, sampai saat dia sudah tertidur di ruangan rawat inap Bintaro, rasanya sih aku gak sempet nangis. Apalagi panik. Di kepalaku cuma ada "what's next? what should i do next?"
Ituuu terus...
Dan, untung ada Ruwi dan Awe di Bintaro. Hehehe, dari dulu selalu "untung ada ruwi awe di bintaro!". Thanks, friends...

Sampai akhirnya jam 2 pagi aku duduk menggigil kedinginan di kamar, ngeliatin Dewo yg lagi tidur, dan i was feeling numb. So numbed, i was afraid to move.
Dan mungkin memang benar, good friends are like stars. You don't always see them, but you know they are always there.
Refleks nulis beberapa sms ke dua nama yang terpikirkan saat itu, dan akhirnya aku normal lagi. Bahkan bisa ketawa mbaca sms Sasi.

Thanks guys! If only you knew how much those messages meant to me that night...

Phew, mbrambangi aku jadinya... :P

Hari-hari di rumah sakit ngga terlalu buruk. Kecuali bagian kangen sama anak-anak. Pagi aku pulang, nganter Damar sekolah. Siang atau sore ngajak Damar (dan kadang Dimas) ke rumah sakit. Malam nganter damar pulang. Nungguin mereka tidur. Terus balik lagi buat nginep di rumah sakit. Bahkan ngga ngerasa capek, hehehe...

Kadang kerasa sekali hal-hal kecil ternyata sesuatu yang sangat menyenangkan.
Seperti berlari naik turun tangga 3 lantai di rumah sakit ketika beli makan atau majalah atau akan pulang dan datang.
Seperti merasakan hangat matahari di wajah ketika keluar dari gedung rumah sakit.
Seperti ngeliat sunset dan sunrise dari jendela kamar di lantai tiga.
Walo sunsetnya kalah sama gedung di seberang rumah sakit >,<
Seperti melihat Damar dan Dewo tiduran bareng sambil nonton film Hairspray.




sunrise dari jendela kamar dewo



sunset dari jendela kamar dewo

We're still here.
All of us.
Alhamdulillah.

Sunday, November 30, 2008

When Jupiter met Venus

Malam ini, sekitar jam setengah tujuh, aku dan anak-anak sedang duduk di depan rumah.
Main kincir angin yang kubeli dari Bapak penjual jepit rambut langgananku seharga seribu rupiah.
Damar dan Dimas jongkok di depan kincir-kincir mereka, menunggu angin datang.
They're so excited, lebih excited dari bermain mainan dari mal yang harganya bikin pusing...

You know how windy jakarta these days.
Jadi sambil ngeliatin jagoan-jagoan neonku itu loncat-loncat kesenangan, aku seperti biasa memandang ke atas. My beautiful lovely sky (nggak peduli mendung, gelap, blue sky, petir, bagiku langit itu indah...).
Kaget, di langit malam yang biasanya nggak ada cahaya, terlihat dua bintang besar yang terang dan berdekatan. Langsung pengumuman ke semua orang.

Sayang anak-anak lebih concern sama kincir mereka kali ini :(
Dan dewo tersayang lebih tertarik sama liga inggris yang gak ditayangin dimana-mana >,<

Sampai di kamar, waktu nidurkan anak-anak, aku masih teringat-ingat 2 bintang itu.
"Apa ya? Apa ya? Appaaaa yyaaaa???" rasanya sudah ngga ada satupun pelajaran fisika atau astronomi yang nempel di kepalaku. Padahal dulu cita-citaku adalah jadi astronot, miimal jadi crew-nya Enterprise (Star Trek, sodara-sodara...)

So, kusms temanku Bima.
" Venus dee.."
"yang di sebelahnya?"
" bintang Vega dee..."

Hmmm, sementara cukup puas. Kulanjutin mbaca buku sebelum tidurnya anak-anak, See Inside Dunia Dinosaurus (belum bosen mereka ngutak-atik si dino). Sempet terjadi keributan karena Dimas pengen mbaca dari belakang sementara Damar dari depan >,<

Ting tong, ada sms lagi. "Sowwy, my bad. It was Jupe next to venus"

Bah, mulai meragukan nih! (hehehe, sori,Bim!)
Begitu anak-anak tidur dan papahnya mulai nongkrong sama tetangga kompleks,
kuhidupkan komputer tuaku (yang CPUnya akhir-akhir ini berbunyi seperti mesin kapal di sungai Mahakam >,<).
Browsing sana sini...

Akhirnya ketemu juga, cerita cintanya Jupiter dan Venus.


(Space.com graphic using Starry Night software)


Jadi, ternyata memang dua bintang itu adalah Venus dan Jupiter (confirmed Bim! thanks...).

Menurut Joe Rao dari space .com, selama bulan Nopember ini planet Jupiter akan menemani Venus di langit barat daya (antara barat dan selatan gitu loh...).
Terutama tadi malam (30 Nopember) dan besok malam (1 Desember). Jarak mereka sangat dekat sampai kita bisa merentangkan tangan dan menandai keduanya dengan satu jempol (asal bukan jempol semut...)

Setelah 1 Desember kedua planet itu akan perlahan-lahan berpisah. Namun kita masih bisa ngeliat pemandangan menarik dari segitiga yang dibentuk tiga trio. Bulan, Venus dan Jupiter.

Sebenarnya, 1 Februari tahun ini Venus dan Jupiter juga udah janjian di langit pagi. Dan setelah 1 desember mereka baru akan ketemuan lagi di langit pagi pada 11 Mei 2011. Pertemuan malam baru akan terjadi 10 bulan kemudian, Maret 2012 setelah matahari terbenam.

Jangan sedih ya, Venus dan Jupiter...

Friday, November 21, 2008

Simple things my children learned from me (and i learned from them)




Soundtrack tulisan ini : Beatles ^_^
"All you need is love, love, love is all you need..."

Judulnya ditulis ngingglish, soale bahasa indonesianya puanjang tenan...
So, here's the list:

1.Membuang sampah pada tempatnya (yaitu tempat sampah, bukan keluar jendela mobil!!!)
Kuajarkan sejak Damar dan Dimas masih belum bisa bilang "tempat sampah".
Suatu ketika aku berdua Damar nunggu Dewo selesai ngisi bensin motor di SPBU dekat Parigi. Damar yang duduk di pinggiran SPBU tiba-tiba nanya," Mah, kok bungkus permennya gak dibuang ke tempat sampah. Rumputnya jadi kotor..." sambil nunjuk ke bawah kakinya. Saking terharunya, aku yang biasanya gak seekstrem itu langsung mengambil bungkus permen yang entah sembarangan dibuang siapa dan membuangnya di tempat sampah SPBU.

2. Tersenyum dan menyapa
Ada sedikit culture shock waktu kami 3 bulan di Brisbane. Orang-orang disana terlihat lebih gampang nyapa dan tersenyum pada orang yang nggak mereka kenal. Apalagi kalau aku pergi sama anak-anak.
Kuputuskan untuk melakukan hal yang sama disini. Jadi sekarang Damar akan teriak "Pak satpam!!" dan tersenyum pada Pak Satpam yang menunggu gerbang atau keliling kompleks. Dimas akan berdiri di depan pintu rumah dan 'dadah-dadah' sama 'tek' sampah yang lewat 2 hari sekali. Supir truk sampah itu sekarang jadi fansnya Dimas kalo lewat depan rumah.
Senyum dan sapa, hal mudah tapi suka dilupain. Padahal efeknya sangat menyenangkan.

3. "Tolong", "Makasih" dan "Permisi"
Berlaku untuk semua orang, tanpa terkecuali. Dan walo sekarang di rumah ada asisten jempolan dari Bantul, Mbak Yuk, anak-anak kuajarkan melakukan sesuatu sendiri dulu. Lucunya, sekarang Dimas sedang hobi buang sampah ke tempatnya.
Jadi kalo dia liat botol susu masnya kosong, kuthuk kuthuk kuthuk dia ilang ke dapur. Mbuangin sampah masnya. Anak yang baik sekali ^_^

Dimas juga lagi hobi bilang "misyii, misyii" (permisi maksudnya). Jadi jangan heran kalo dia keliling rumah sambil ndesel-ndesel semua orang dan bilang "misyii!!"

4. Aware sama alam
Anak-anak paling senang observasi kupu-kupu, capung, semut, ulat, cacing tanah, burung, kumbang, kodok, kucing, ikan dan semua mahluk hidup di sekitar rumah. Kalo Dimas dulu masih sering ngeliatin pojok rumah atau langit-langit yang mungkin ada mahluk lain juga, untung sekarang udah nggak...hehehe!

Damar sudah paham bahwa binatang itu bisa sakit juga, jadi dia gak pernah ngganggu.
Bahkan ulat ijo raksasa yang makan daun tanaman mamahnya di kebun pun berhak hidup dan cuma dipindahin ke rumput di luar halaman. Yah, kalo besok pagi si ulet gendut dah balik lagi ya gak p pa, namanya juga usaha >,<
Papahnya biasanya lebih sadis, ulatnya disuruh berenang di got...

Aku paling senang mengajak Damar Dimas duduk di teras atau mengintip dari jendela ketika mendung, angin, hujan dan badai petir. Biasanya Damar akan bertanya panjang lebar sampai akhirnya aku harus mengakui kalo ada hal yang aku juga nggak tau :P

Kalo sore hari matahari akan terbenam di langit Barat, biasanya Damar kujawil "Tuh, mataharinya mau turun! Sunset, Damar!" Kalo malam hari langit Jakarta masih menyisakan bulan dan bintang yang gak tertutup polusi, kuajak Damar menghitung bintang.
Dan aku jadi ibu paling bahagia sedunia waktu damar bilang, "Mah, moon-nya kayak pisang ya?" waktu bulan sedang sabit. Simple words...but mean the whole world to me ^_^

Subhanallah ya, Nak...

5. Empati sama sesama
Kadang kupikir ini yang paling gak simple...
Bagaimana menjelaskan sesuatu yang terkadang orang dewasa pun sulit merasakannya?
Kumulai dari makanan di rumah, kenapa sebaiknya dihabiskan. Karena Pak Tani sudah capek nanam padi. Papah sudah kerja keras nyari uang. Mamah dan Mbak Yuk sudah masakkin buat semua. Jadi di setiap butir nasi ada artinya.

Kalo di jalan ada temannya Damar dan Dimas yang lagi minta-minta atau ngamen, berikan susu frisian flag strawberry-mu untuk dia. Karena di rumah kamu masih punya banyak. Kalo habis masih bisa beli di Indomaret. Kita beruntung,Nak.

Kalo mandi dan ember mandimu sudah penuh matikan airnya, Nak. Karena air mahal. Karena banyak orang yang ngga bisa mandi dengan air berlimpah.

Kalo film dinosaurusnya sudah habis ditonton matikan tivinya, ya? Karena listrik mahal. Karena banyak sekali teman-temanmu yang nggak bisa menikmati listrik. Apalagi tidur di ruangan ber-AC.

Saat membuang sampah, pisahkan botol susumu yang sudah kosong, Nak. Karena botol dan plastik banyak yang masih bisa dimanfaatkan oleh Bapak Pemulung. Pisahkan dari kotoran basah lain biar nggak terlalu kotor mereka memegangnya.

Jangan berbohong, Sayang...Jadi anak yang jujur.
Jangan memukul teman dan saudara.
Dipukul itu sakit. Badannya sakit, hatinya juga terluka.
Tapi kalo mainan dan hakmu dilanggar, jangan takut. Jangan nangis.
Jangan mengambil yang bukan hakmu ya, Nak. Kalo temen nggak mau minjemin ya sudah, jangan marah.

Itu beberapa hal yang nggak pernah bosen-bosen kukatakan dan lakukan. Sounds very bawel,huh?? hehehehe...
Tapi itu masih sedikit...masih banyak yang harus kulakukan untuk anak-anakku.

Dan selama 4 tahun 4 bulan ini, sejak Damar lahir, kemudian Dimas, tak terhitung pelajaran yang kudapatkan dari mereka. Detik begitu Damar lahir aku jadi bener-bener ngerti seberapa besar cinta orangtuaku untuk anak-anaknya. They would took the bullet for us. Like I will took the bullet for my children...

Nothing I learned at university or in my travels could compare with the education I receive raising children. My children are mirrors of my soul...

A mother's song

Today I left some dishes dirty,
The bed was made about 3:30,
The diapers soaked a little longer,
The odour grew a great deal stronger.
The crumbs I spilled the day before
Are staring at me from the floor.
The fingerprints upon the wall
Will likely be there till next fall.
The dirty streaks on window-panes
Will still be there until it rains.
"You lazy, messy thing," you say,
"And just what did you do today?"
I held a toddler while she wept,
I nursed a baby till he slept,
I played a game of hide-and-seek
And squeezed a toy so it would squeak.
I pulled a wagon, sang a song,
Taught a child right from wrong.

What did I do this whole day through?
Not much, I guess it's really true.
Unless you think that what I've done
Might be important to Someone
Who loves me still and shares my cares.
If that is true, I've done my share.

--Jeannette Whilsmith

Wednesday, November 19, 2008

My best friend's wedding

I have a friend.
I've known him for 13 years now.

One of the nicest and kindest persons i've ever known.
A great leader, a good friend, a helpful brother...

Lawu, Semeru, Merbabu, Sumbing...berapa gunung yang pernah kami jelajahi bersama ya?
Terutama Sumbing! ^_^
Karena dia terjebak bersamaku yang terkilir disana, dan kami semua sampai di Jogja sehari lebih lambat.

We love the mountain so much...

A smiling face.
Someone you can share your laughter and your worries.
A warm heart.
Someone with strong morale and caring heart.
Tertawanya akan membuat orang lain ikut tersenyum.
Semangatnya akan membantu orang lain terus berjalan.
Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang bisa menyimpan rahasia.

I used to call him Indian when we were at high school.
Don't know whether he knew that or not :P

Ketika aku mulai menyukai gunung, almarhum Papah memberiku sebuah kompas. Kompas tua yang beliau pakai sejak masih sering bertugas di pedalaman Kalimantan.
Beberapa tahun yang lalu di Bandung, sahabatku meminjam kompas itu. Dan menghilangkannya.
It broke my heart, and i think he knew it really well.
But years went by, and i forget about it.

Like vitamin C in Graduation song said :
So if we get the big jobs and we make the big money,
When we look back now will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school,
Still be trying to break every single rule?
Will the past be a shadow that will follow us round,
Or will these memories fade when I leave this town?
I keep, keep thinking that its not goodbye,
Keep on thinking its our time to fly


Maret 2006, dia meninggalkan sebuah kotak kepada adikku Mala di Jogja. Waktu itu aku masih di Balikpapan. Isinya adalah sebuah kompas, dengan sebuah kartu kecil berwarna hijau.

So, my friend, like what you wrote on that card
"Kagem sahabatku, bahagiaku untukmu..."

Kapan-kapan kita naik gunung lagi ya ^_^

Thursday, November 13, 2008

Beres-beres

Hari ini fluku sudah lumayan menghilang.
Sudah nggak bersin-bersin tiap 5 menit dan gak ngabisin tisu satu kotak lagi.
Tapi aku jenuh!
Akhirnya kukeluarkan semua mainan anak-anak yang selama 2-3 bulan sudah tidak dirapikan.
Dengan senang hati Damar dan Dimas membantu menuang semua isi boks mainan mereka.
Terhitung ada satu kontainer besar, satu boks sedang dan satu keranjang berisi mainan.


ketimbun mainan!!! horeee...



mainanku mainanmu juga, bro...


Aku mulai menyortir jam 8 pagi.

Mainan yang rusak dan patah-patah karena dibanting masuk plastik sampah.

Mainan yang sering Dimas jadikan alat menggetok masnya kutaruh paling bawah.

Mainan mamahnya yang keikut masuk di mainan mereka (kabel mp3 player dan dvd korea) cepat-cepat diamankan.

Mobil-mobilan dpisahin dari pesawat-pesawatan, boneka dipisahin dari bola, mainan kotak dipisahin dari yang bulat...now you know how desperate I am??? Hehehehe....

in progress


Jam 12 akhirnya selesai.

after the mission


Mari kita bongkar lagi mainanmu besok pagi, Anak-anakku sayang! ^_^

Tuesday, November 11, 2008

Sendiri yang sepi

Tadi pagi bapake Damar Dimas berangkat ke Balikpapan. Cuma sampai besok malam sih...
Waktu tau papahnya mau pergi naik pesawat, Damar bilang begini,
" Pah, Damar mau ke rumah nenek di Jogja...naik Luthfansa!"
Kebanyakan mbaca (ngeliat-red) buku dia!

Hari ini sudah diisi dengan menyibukkan diri.
Mbayar air dan belanja berdua Damar. Seperti biasa kita belanja di Indomaret.
Selain dekat, juga tempat belanja favorit damar begitu dia tau lebahnya Indomaret namanya Domar.
Jingle-nya aja dia hapal...

"Indomaret dimana-mana, dekat anda semua suka
Indomaret untuk keluarga, melayani kebutuhan
Utama sehari-hari...Indomaret milik bersama
Indomaret pilihan tepat
Indomaret mudah dan hemat.... "

Hehehe, jadi iklan...

Anyway, udah sering banget aku dan dewo belanja disana. Tetap saja mereka masih heran kalo kita minta belanjaan dimasukin ke tas kain yang aku bawa. Dan aku mengulang lagi alasan "plastik di rumah dah banyak,mbak!" Hhhhhh....

Waduh...aku gak bisa nulis lagi nih.
Barusan Damar throw up, dah kubersihin sih.
Tapi baunya menguar. Campuran susu strawberry dan kue coklat yang sudah diproses 3 jam di perut anakku tersayang itu.
Sudah pengalaman dengan segala jenis muntahan selama 4 tahun kok ya masih pusing nyium bau muntah ya?
Pusyingg...

So, here I am. Writing on my own.
Biasanya ada yang ngintip-ngintip di balik pundak ( that would be Damar), atau narik-narik baju minta dicintai dan, of course, dineneni (that's definitely Dimas), atau nonton bola sambil bolak-balik koran terus mijet-mijet punggungku (who else? Dewo).

Sendiri yang sepi.
Sepi yang sendiri. Bahkan aku malas mendengarkan lagu.

Jadi inget tadi sore.
Smsku ke Dewo nanya kabar, dijawab dengan bersemangat, " Mau makan malam di dapen nih, sambil main bilyard!"
Saat itu aku sedang duduk di teras rumah sambil memandang hujan, merasakan angin dingin yang mengingatkanku pada angin di gunung, sendiri saja (anak-anak dikunci di dalam rumah sama mbak Yuk ^_^)

DAN MALAM INI AKU MELER!!!! Thanks to berdingin-dingin di teras rumah, hihihihi....

Suamiku sayang, berikan aku satu cuti naik gunung sebelum kita pindah lagi, dan rumah di balikpapan yang gak pake mati lampu 12 jam atau narik-narik selang dari rumah tetangga waktu PAM mati (dan bisa dipastikan selalu mati!). That's not too much to ask, is it? ( I know the answer : "Banyak amat mintanya...rumah yang kayak gitu di balikpapan kan cuma rumahnya ekspat!" Hehehehe....)

Pusyiingg...meleerrr....nguantuuukkkk....
Kuangen mamah... (mbok-mbokanne metu!)

Saturday, November 8, 2008

No songs tonite!

Malam ini hujan dueresss tenan! Pohon Kupu-kupu di halaman depanku roboh, hiks...
Semoga besok bisa disembuhkan ke kondisi semula. Maaf ya, Pohon, malam ini terpaksa menderita...

Jadi, Jango-ku libur dulu.
Kenapa? Karena suami tercinta protes.
kenapa? karena katanya blogku kurang ceria.
Kenapa? Ya gak tau, soalnya aku nulis berdasarkan mood, bukan berdasar pesanan suami.

Hehehehe...Peace, suamiku sayang!

Tapi, emang sih, tulisanku seringnya mellow..
waktu nulis mungkin I felt so hollow..
jadinya ya begitu kacauw...Ah, gak asik! Udah gak se-rhyme...

Habisnya, despite aku tuh orangnya romantis (huekk!), a little too much drama queen here and there,
juga karena terbiasa menulis malam-malam. Ketika semua bayi-bayi dan bapaknya bayi dah tidur.
Sepi-sepi begitu biasanya ndengerin lagu-lagu. Kalo udah gitu moodnya jadi tergantung lagu...
Padahal sekarang playlist-nya berisi lagu-lagu Padi, John Mayer, Norah Jones, Five for fighting (dying-nya makes me cry...huaaaaa!), dan sebangsanya. Hujan air mata deh...menyesuaikan musim hujan.

Mosok disuruh nge-blog sambil ndengerin P-Project? Apalagi lagunya "superstar"...
(hehehe, paling seneng baitnya yang "andai aku letto, wis pasti aku wong jowooo...")

Jadi, berhubung moodku masih begitu-begitu saja (apalagi karena butterfly tree-ku yang akhirnya berbunga malam ini tumbang...), silahkan dibaca apa adanya ya.
Makasih banyak untuk saran dan inspirasinya ^_^

This blog is dedicated for the loves of my life

Friday, November 7, 2008

Hujan di Malam Sabtu

lagi punya mainan baru nih, namanya jango ^_^
Sekarang juga lagi nulis sambil ditemenin si jango.
Dia lagi nyanyiin lagunya John Mayer, Stop the Train :
No I'm not color blind
I know the world is black and white
I try to keep an open mind
But I just can't sleep on this tonight
Stop this train
I want to get off
And go home again
I can't take the speed it's moving in
I know I can't
But honestly, won't someone stop this train?
Don't know how else to say it
I don't want to see my parents go
One generation's length away
From fighting life out on my own
So scared of getting older
I'm only good at being young
So I play the numbers game
To find a way to say that life has just begun
Had a talk with my old man
Said "help me understand"
He said "turn sixty-eight"
"You'll renegotitate"
"Don't stop this train
Don't for a minute change the place you're in
And don't think I couldn't ever understand
I tried my hand
John, honestly we'll never stop this train"
Once in a while, when it's good
It'll feel like it should
And they're all still around
And you're still safe and sound
And you don't miss a thing
Til you cry when you're driving away in the dark
Singing
Stop this train I want to get off
And go home again
I can't take the speed it's moving in
I know I can't
Cause now I see
I'll never stop this train
Ketika aku bilang waktu berlalu cepat sekali ya, ternyata memang waktu itu berlari.
Kadang terlalu cepat sampai gak kelihatan kapan lewatnya. Tau-tau dia sudah 10 putaran sementara aku masih 3 putaran...Emang jogging keliling sabuga?! hehehehe...
But, it is!
Sebelum aku mulai melakukan hal-hal lain yang sudah mulai direncanakan minggu-minggu kemaren, tiba-tiba suamiku tercinta bilang, " Looks like we're leaving the town again, dear..."
Tiba-tiba dia sudah kembali bertugas di Balikpapan terhitung mulai pertengahan bulan ini.
Kita bahkan belum ke Curug Nangka di Sentul, atau ke Gunung Gede.
Atau jalan-jalan ma Mbak Neneng dan Una.
Atau gathering KMPA.
And now, Sheryl crow's If It Makes You Happy...
We've been far, far away from here
Put on a poncho, played for mosquitos
And everywhere in between
Well, okay we get along
So what if right now everything's wrong
if it makes you happy
i can't be that bad
if it makes you happy
then why the hell are you look so sad?
Jadi, suamiku sayang...I guess if it makes you happy, we'll follow you everywhere ^_^
Lucu juga, tadinya aku dah gak sabar mau keluar dari Jakarta.
tapi begitu bisa keluar tidak sepenuhnya merasa senang.
What do I feel?
Don't know...

Tuesday, November 4, 2008

I do miss you tonite

5 minutes before midnight, and i'm still awake.

Beberapa hari ini Damar dan Dimas sakit.
Flu, batuk, ditambah demam buat Dimas.
Paling sedih memeluk Dimas yang badannya hangat karena sakit :(
Barusan dia tertidur.

And still, i cannot sleep.
Listening to some music, and wondering.
About nothing.

Hanya menunggu ngantuk datang.
Hanya memikirkan sesuatu yang jauh. People, places, and the stars...

Kapan terakhir aku melihat bintang ya...
I used to love watching the sky at night time.
Dan di gunung,
di gunung bintang selalu terlihat lebih banyak dan terang, lebih dekat.
Sehingga dinginnya udara gunung tidak terasa saat aku memandang langit.
Di umurku yang 28 tahun ini, kenapa aku jarang melihat bintang?

Hhhhhh (sigh mode : ON, hehehe...)
I miss my dad (miss you soooo much, pah...)
I miss my mom.
I kinda miss my childhood...where i could be whoever i wanted to be.
I miss my friends.
I miss the mountain...
I miss the stars.

I miss them...those stars, those people, those places.
And i'll be thinking about them before i close my eyes every night.
or everytime i stare at the rain
and everytime i watch the colour of the evening sky...

Be brave, Nin...jangan ngelangut terus!

(Lonestar by Norah Jones)
Lonestar where are you out tonight?
This feeling I'm trying to fight
It's dark and I think that I would give anything
For you to shine down on me

How far you are I just don't know
The distance I'm willing to go
I pick up a stone that I cast to the sky
Hoping for some kind of sign

Thursday, October 30, 2008

1973 (James Blunt)

Singing this song tonight...

1973 (James Blunt)

Simona
You're getting older
Your journey's been
Etched on your skin

Simona
Wish I had known that
What seemed so strong
Has been and gone

I would call you up every Saturday night
And we both stayed out 'til the morning light
And we sang, "Here we go again"
And though time goes by
I will always be
In a club with you
In 1973
Singing "Here we go again"

Simona
Wish I was sober
So I could see clearly now
The rain has gone

Simona
I guess it's over
My memory plays our tune
The same old song

And though time goes by
I will always be
In a club with you
In 1973

Wednesday, October 29, 2008

Sebaik-baiknya dirimu...

Tau lagu "Laskar Pelangi"-nya Nidji? Wow, I love that song...
Dan "laskar pelangi" menemaniku menulis tulisan kali ini.

Kemarin seorang teman lama bertanya padaku via YM.
Temanku itu baru saja melahirkan anak pertamanya dan sedang menjalani cuti melahirkan.
Dia bertanya apakah aku tidak bosan di rumah saja mengurus rumah dan anak.
Dia bercerita bahwa dia ingin resign tapi takut nanti akan jenuh 'hanya' sebagai ibu rumah tangga.
Saat itu aku belum sempat menjawab karena sedang "busy with my children", itu status di YMku :)
Saat akan kujawab dia sudah offline.

Pertanyaannya membuatku berpikir lama.

Aku sudah menikah dengan Dewo berapa lama ya?
Hmmm, September this year, our 5th anniversary.
Aku menikah 2 bulan setelah wisuda tahun 2003.
dan langsung ditarik kemanapun papahnya Damar dan Dimas pergi ^_^

Dua bulan setelah menikah, sudah ada damar di foto USG itu.
Sayang, Kai'nya, almarhum papahku tercinta tidak sempat menggendong cucu-cucunya...
Saat itu, dengan segala "it's complicated"-nya dan surprise-surprise yang ada kuputuskan menjadi stay-at-home mom saja.

Yang protes? Banyak.
Mulai dari mamahku, keluarga besarku, teman-teman, tetangga...
" Buat apa kuliah tinggi-tinggi?"
"Jadi perempuan kudu mandiri!"
"In case anything happen..."

Dulu sempat sebal, sempat sesak dadanya, sempat mumet.
Apalagi kalau melihat yang hijau-hijaunya dari rumput tetangga (the grass is always greener on the other side of the fence, isn't it?.
Itu dulu.

Kalau sekarang?
kadang-kadang jenuh juga. Lagian, siapa sih yang tidak pernah jenuh?
Tapi sebenarnya gak perlu. Toh kerjaan di rumah gak ada habisnya.
Anak-anak juga gak pernah ada capeknya berkelana dan mengembara kemana-mana.
Selalu aja kejadian menarik tiap hari.
Seperti kemarin ketika aku, Dimas, Damar dan anak-anak tetangga menemukan ular di taman sebelah rumah. Kami semua dengan senangnya menjerit-jerit. Sampai si ular lebih ketakutan dibanding kami, hehehe!
Karena hal itu akhirnya aku berbaikan dengan Ferrel, anak tetangga yang sering nge-bullying damar ^_^

Dan in case anything happen, aku pasti bisa melalui tantangan apapun dalam hidupku.
My parents and life itself had taught me well all these years. Insya Allah.

Ahhh! My life, my choices...
Tiap pilihan ada baik dan buruknya.
Jalani saja apa yang ada. Syukuri apa yang diraih. Terus berdoa dan berusaha.
Tetap jaga mimpi-mimpi yang ada di hati.
Apalagi yang bisa kita lakukan?

Dan semoga kita bisa menjadi sebaik-baiknya diri kita...


Kerendahan Hati (Taufik Ismail)

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin

yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar,
tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Wednesday, October 22, 2008

Blank

My mind is blank.
Need to escape.
I miss my jogging track at Sabuga...
We Fly So Close (Phil Collins)

My harbour lights are fading fast soon they'll disappear
alone I sit in darkness hoping someone might come near
though I wait, though I try no one ever comes
and the feelings that I have flood over me
the river starts to run

We fly so close we fly so close
sometimes we fly too close

Every place you run to, everywhere you turn
there are places that you know you should not go
but some bridges just won't burn
all my life, though I try
I cannot change the past
and the ghosts that come back to haunt you
make you realize at last

We fly so close we fly so close
sometimes we fly too close we fly too close
My heart is racing much faster now
life passes before my eyes
some things I see, they make me smile
some things, they make me cry
so I look, so I try to find a lesson I can learn
the passing of time hasn't changed my mind
and the ghosts I know return

You know we fly so close
we fly so close
sometimes we fly too close
we fly too close

We fly so close, you and I sometimes
sometimes we fly so close
we'll never know how many times
we fly so close we fly so close

Monday, October 13, 2008

Breaking the silence

Friends, have you ever heard about this group?



Breaking the Silence (Hebrew: שוברים שתיקה‎ Shovrim Shtika) adalah suatu gerakan yang diprakarsai oleh veteran tentara Israel atau IDF (Israel Defense Force). Salah satu pendirinya adalah Yehuda Shaul, yang ikut diwawancarai dalam dokumenter Daniel Bunuel "Don't tell my mom that I'm in The Holy Land" yang kutonton hari Minggu 12 Oktober kemarin di National Geographics Channel.

Daniel berkunjung ke Gaza, Jerusalem dah Hebron. Di kota Hebron dia mengikuti sebuah tur yang dijuluki The Independent, sebuah kantor berita di Inggris, sebagai " The world's strangest guided tour".



Pemandunya adalah Yehuda Shaul, mantan tentara Israel yang dengan janggut, kippa beludru hitam and sandalnya terlihat seperti pemukim (settler) Yahudi lainnya. Para pemukim memanggilnya "Hamas with Kippa"








Selama tur, bahkan sejak masih di dalam bus, pemukim-pemukim Yahudi yang terekam kamera tim Diego tidak hentinya menghina Yehuda dan mengganggu anggota tur yang terdiri dari beberapa warga negara Amerika dan warga negara Israel dari kota Yerusalem. Polisi Israel tidak berbuat apa-apa dan hanya mengikuti jalannya tur sambil merekam dengan kamera. Setiap orang merekam orang lainnya. Polisi, pemukim, anggota tur dan cameraman Diego saling merekam satu sama lain. What a strange situation! Mungkin hal itu sebagai antisipasi jika terjadi sesuatu.


Perjalanan 'wisata' itu bermula di Shuhada Street, yang dulu adalah toko dan rumah-rumah penduduk Palestina dan sekarang menjadi settlers' security zone. Bangunan-bangunan tersebut sekarang telah dikosongkan, beberapa bagian depannya dilukis dengan bintang Daud ( Remind you of what happened during the holocaust, right?). Jalanan yang hanya boleh dilalui oleh pemukim dan militer Israel ini dulunya adalah jalan utama kota yang sebagian besar dihuni keturunan Arab.













Dengan tetap diikuti beberapa pemukim yang terus berteriak-teriak mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah dua keluarga Palestina yang masih bertahan disana diantara ratusan pemukim Yahudi. Mereka adalah Abu Ayesha dan Abu Heikel. Anggota tur diajak berbincang-bincang dengan mereka. Tentang bagaimana penghinaan dan penganiayaan fisik sering mereka terima dari tetangga mereka yang Yahudi. Tentang fakta bahwa penting bagi mereka ketika Yehuda Shaul mengajak orang-orang Israel yang menjadi anggota tur untuk menjadi tamu di rumah mereka. Untuk menunjukkan kepada anak-anak mereka bahwa ada orang Yahudi yang tidak bermasalah dengan mereka.


Di dokumenter tersebut terlihat seorang Yahudi tua berteriak-teriak dari balkon rumahnya. Dan Abu Heikel hanya tersenyum sambil berteriak kepadanya, "Please, we have guests here!"


And that's Diego Bunuel story through his film about Hebron.


Ada beberapa hal yang kupikirkan sewaktu menonton episode holy land itu.

Bagaimana rasanya hidup sebagai orang palestina di tanahnya sendiri?
There are no jobs, there are no hope, there are no respect.
Anak-anak kecil berjalan ke sekolah dengan ancaman lemparan batu dan hinaan dari pemukim Yahudi.
Wanita dan orangtua tidak bisa mendapatkan ijin ke rumah sakit dan meninggal karena tidak mendapatkan perawatan medis yang diperlukannya (mungkin di Indonesia seperti datang ke rumah sakit dan disuruh pulang karena tidak dapat membayar...).
Supir truk dan pedagang harus menunggu berjam-jam di perbatasan dan ditembaki militer Israel hanya untuk mendapatkan suplai bahan makanan.

Dan dinding yang lebih tinggi dan lebih panjang dari tembok berlin sekarang memenjarakan penduduk palestina di halaman rumahnya sendiri.


And you said Palestinian are terrorists?


On the other hand,
aku teringat pernah mendengar di sebuah pengajian di Salman ITB, bahwa Yahudi itu musuh Islam.

Apakah benar demikian? Jew is not Zionist.

Bukankah tidak sedikit orang Yahudi di dalam maupun di luar negara Israel yang dibenci dan dihina bahkan dikucilkan oleh lingkungan (Yahudi)nya karena tidak takut mengkritik Zionisme seperti yang dilakukan Yehuda Shaul dan teman-temannya?
Bukankah tidak sedikit Yahudi dan western people yang disebut anti semit karena mendukung keadilan untuk Palestina?

Bukankah Mesir yang notabene negara dengan mayoritas penduduk Islam juga menutup pintu perbatasannya dengan Gaza?
Bukankah tenaga kerja wanita kita banyak mendapat siksaan dan pelecehan di negara-negara Timur Tengah yang memberlakukan hukum shariah?


Apakah kita Tuhan?
Kapankan kita bisa berhenti menyamaratakan semua orang?
Kapankah kita berhenti menghakimi semua orang?


Ketika melihat pemukim-pemukim Yahudi yang berteriak-teriak menghina dan membentak-bentak Yehuda Shaul dan teman-temannya aku teringat akan beberapa orang yang ada (juga) di Indonesia. Orang-orang yang atas nama agama merasa diri dan kelompoknya paling benar, yang tidak bisa mendengarkan orang lain, tidak bisa berdialog, menghalalkan kekerasan, bahkan memukul dan menendang anak-anak, wanita dan orangtua.


Not in my name, please! Not in my God's name.


I'm speechless.

It's a daunting process of writing... :(



No Peace Without Justice. Peace Not Apartheid.






Thursday, October 9, 2008

Back to Bintaro



Damar, sleeping in the car on the way to Jakarta.

Yup, finally we're here again! After 16 hours driving and couple of crying sessions by Dimas. 7.30 am from my mom's home and arrived at 11.30 pm. The distance between jakarta and Jogja (via jalur selatan) is 547 km.

Aku dan Dewo bergantian menyupir. Dari Jogja Dewo menyupir sampai jam 2 siang. Jam 12-an kita sempat berhenti di daerah Buntu dan makan siang. Dewo pesen mie nyemek. Ternyata lumayan enak =P

Kemudian aku yang menyupir selama 2 jam-an. Begitu Dimas nangis Dewo mengambil alih lagi. Sempat berputar-putar lama di Tasikmalaya karena Damar ngotot minta Mc Donald (Grrrr...).

Setelah maghrib baru masuk ke daerah Nagrek. I absolutely didn't want to drive here! Lumayan juga padat merayapnya. Bikin ketar-ketir sedikit. Tapi bikin emosi banyak karena ada aja mobil-mobil berplat B yang menyalip dengan tidak sopan dan gak sadar kalau bisa membahayakan orang lain.Huh...

Dulu waktu masih sekolah di Jogja atau liburan kuliah di Jogja aku sering sebal dengan mobil berplat B di Jogja. Kalau ada mobil ngebut atau menyelip seenaknya dari jalur kiri, hampir bisa dipastikan itu mobil plat Jakarta. Mungkin karena di Jakarta mereka selalu kena macet kali ya.

No hard feeling ya, mobil-mobil berplat B! =D

Di Rancaekek kita mampir di Borma buat beli kopi. Kebetulan Dewo dah teler jadi mau gak mau aku yang menyupir. Sedikit nekad membayangkan tol Padalarang dan truk-truknya. Tapi Bismillah aja deh!

Bener juga, di Padalarang aku sempet panik. Teriak-teriak ke Dewo yang (menurutku waktu itu) jadi navigatornya gak maksimal, hihihi...

Anyway, begitu sampai di Althia jam setengah duabelas malam rasanya lega banget. Lulus juga aku jadi supir AKAP, Antar Kota Antar propinsi. Total aku menyupir 250-an km, man! =)

So, here we are again. And the story goes on ^_^

Monday, October 6, 2008

Kenangan

Aku punya segudang kenangan.
Some were good, others were bad.
Beberapa tetap tersimpan, beberapa mulai atau sudah memudar.

Dan beberapa, in a funny way, selalu teringat. Untuk alasan yang baik atau buruk.

For example, kenangan sewaktu aku berumur 5 atau 6 tahun. Waktu itu aku bermain di ruang tamu rumahku di Samarinda, dan merasakan sesuatu di bawah telapak kakiku. Ternyata aku menginjak seekor cicak!

Cicak malang itu akhirnya terlepas setelah mengorbankan ekornya. Dan rasa ekor cicak yang terus bergerak di bawah telapak kakiku selalu teringat setiap kali aku meloncat karena melihat cicak dimanapun mereka berada.

Well, mungkin kecuali cicaknya di tv. Paling aku cuma merinding.Brrrr....I'd rather hug a snake than touch a cicak!
Terbayang kan waktu Damar ke Taman Safari untuk farewell playgroupnya, dan pulang membawa mainan cicak plastik sebungkus penuh?

Itu kenangan tentang si Cicak alias gecko.

Kenangan yang lain tentang bis kramat jati. Lho, kenapa bis kramat jati?
Ada dua cerita.

Cerita pertama cerita sedih. Waktu itu aku kuliah di Bandung dan my eks (eks apa? eks pejuang? eks-por impor? "hahahaha!" tertawa garing...) mau pulang ke jogja dengan bis yang berangkat dari dago tiap malam jam 7. Dia melarangku mengantarnya karena menurutnya aku lebih baik mengerjakan tugas awal praktikum Kimia Dasarku. Maklum, dia golongannya anak pintar nan rajin ber-IPK tinggi =P

Dasar aku orangnya stubborn, dari siang kukebut tugas awalku dan selesai maghrib. Langsung aku naik angkot ke Dago. Begitu turun dari angkot ternyata bisnya baru bergerak pergi. Dan aku cuma bisa melongo. Jadilah aku pacar ketinggalan bis!

Hahahaha...emang gak jodo...seperti yang terbukti kemudian ^_^

Cerita kedua tentang bis ini juga bersetting bis bandung-jogja.
Biasanya aku pulang naik kereta. Kalau uang kiriman masih banyak ya naik bisnis atau eksekutif. Tapi kalau lagi homesick berat dan out of money naik ekonomi sendirian pun beberapa kali kujalani. Entah kenapa waktu itu aku memutuskan naik bis pada saat-saat terakhir.

Akhirnya dapat kursi paling depan dekat pintu. Kebetulan teman di sebelahku cowok. Gak terlalu kelihatan karena bis memang gelap. Waktu mulai jalan aku mengeluarkan walkmanku, dia juga. Aku kedinginan dan mengenakan jaketku, dia juga. Ketika akhirnya aku mulai tertidur, kelihatannya dia juga. So far masih normal.

Sampai kemudian bis berhenti di rumah makan dan aku terbangun. Ternyata bahu teman perjalananku itu jadi senderan kepalaku.Ya Tuhan, malunya...
Akhirnya aku cuma bisa duduk sejauh mungkin sambil berharap dia gak sadar. Beberapa saat kemudian dia bangun, tersenyum dan bilang "Nggak turun?" dan aku cengengesan sambil menggeleng.

Sampai di Jalan Diponegoro Jogja jam 4 pagi. Dia bangkit dari kursi dan bilang "Duluan ya?"
Cowok baik!

And that's all! That's the story. Nothing special.
Why does it keep coming back to my mind? I don't know. Nggak perlu ada alasan kan?

They say memories can play tricks on you.

Jadi, apa kesamaan antara Si cicak, Si Eks dan Si Cowok Keren di bis?
Hehehe, only God knows!


"Catch a falling star, put it in your pocket, save it for a rainy day"

Friday, September 26, 2008

Harta Karun

Rumah orangtuaku di Griya Indah Jogja seperti pulau harta karun buatku.
Setiap ruang dan isinya membawa ingatan berharga.
Dan malam ini aku menemukan lembaran foto yang momen-momennya terasa berada di abad lain...am I that old? ^_^

Ada foto sewaktu kami masih di Samarinda. Aku berumur 6 tahun dengan baju oranye yang tampak udel. Seksi bo! Huehehehe...
Ada foto waktu SD, SMP dan SMA bersama keluargaku. Di Baron, di Kaliurang, di lesehan dekat samsat yang sekarang sudah tutup, di rumah Mbak Ira Kranggan...
Ada foto waktu wisuda di Bandung, waktu pernikahanku, waktu hamil Damar...

Dan yang terpenting, aku menemukan banyak foto alm Papah.

Masih banyak sudut dan tumpukan yang belum sempat kuberantakin.
Mungkin besok.
Siapa tau aku akan menemukan hal-hal lain yang menarik untuk kuceritakan ke Damar =)

Wednesday, September 24, 2008

Stories in Jogja

I'm home!
It's my 4th day in jogja, and i'm enjoying it.
Don't have much time to write since we have five 'babies' at home! Mine and my sister's ^_^
Damar 4 y and 2 mo, Rakha 3 y and 9 mo, Rayyan almost 2 yo, Dimas 1 y and 9 mo, and the newest member of the gang, Chika 3 mo...wow! griya indah home feels like kindergarden already...

So, it's just us (Nenek Nurul, aunty Mala, Mbak Mima and me) and them. Cause Dewo and mas Bagus are still working in Jakarta and Sidoarjo. No Nanny, No maid, No assistant.
We have to try our best to avoid them for biting and kicking and punching each others.
Believe me, it's not that easy, man!

They're like the fastest babies ever! Superbabies!
Except Chika, she's so sweet and calm. Maybe because she's the only baby girl at home.

Yesterday we went to Kasongan. Full squad! The boys really enjoyed their time together and got their wooden toys. But, really, it's tired to go shopping with kids =(
Maybe, that's good thing. So we won't be spent so much money,hehehehe...

I think Damar misses his daddy. He said to me last night, "Kok Papah gak dateng-dateng ya?"
Dewo will join us this saturday, Insya Allah. He will take the car from Jakarta to Jogja.
And we have so much plan for you, Dad! ;P

Mom wants to take you to Kasongan again, or Mirota Batik at Malioboro
(huehehehe, beware, Wo!)
Damar wants to take you to Gramedia to buy him Doraemon.
I'm not sure with Dimas, Dad, but maybe he just want you to carry him
We miss you!










Thursday, September 18, 2008

My mom's amaryllis


Bunga bakung ini dibeli Mamah tahun 2006 lalu.
Waktu dibeli di sogo jongkok sektor 9 Bintaro tanaman ini berbunga indah, namun setelah dibawa pulang beberapa minggu kemudian bunganya layu.
Dan tak pernah berbunga lagi.
Sampai 2 hari yang lalu.
Waktu sedang menyiram kebun tiba-tiba kulihat bakal bunga yang sudah 2 tahun tidak pernah ada. 1, 2, 3....horeee! Ada 3 bunga =D
Ternyata tidak sia-sia tanaman Amaryllis atau Hippeastrum ini tetap kusimpan.
Waktu kupindah ke tanah sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu dia sempat kuajak ngobrol, " Bakungnya Mamah, tumbuh subur ya. Jangan mati."
Itu doa wajibku setiap memindah atau menanam tanaman :P
Alhamdulillah, Si Bakung juga semangat untuk tumbuh, dan berbunga lagi!
Kufoto karena aku tidak tau kapan lagi dia akan berbunga.
Mungkin another 2 years, tapi kuharap akan lebih sering.
Nanti pulang ke Jogja mau kupamerin ke Mamah ah, hehehe...

Friday, September 12, 2008

My Mom

Beberapa hari yang lalu aku ke tempat Eyang maryono, tetangga kompleks, yang berjualan lauk pauk selama bulan Ramadhan. Kebetulan sore itu pembelinya banyak sehingga suaminya harus ikut sibuk di dapur. Melihat mereka berdua ada sedikit haru di dalam hati. Aku teringat Mamah yang hanya berdua Mala di rumah.


My mom, Nurul Farida, was born and grew up as a country girl.
Mamah biasa berenang bolak-balik sungai mahakam di depan rumah nenek di Melak.
Punya banyak fans ketika SMA tapi akhirnya menikah dengan papah yang saat itu menjadi guru bantuan di SMA Melak. Their age differences was 12 years.


Setelah menikah mamah menjadi ibu rumah tangga sejati, menempatkan suami dan anak-anak di urutan pertama. Aku ingat melihat mamah memasak di dapur dan tak sabar untuk segera makan karena masakan mamah paling uenak sedunia!


Mamah juga yang mengajari cara menangkap kepiting kecil di selokan berair jernih di depan rumah kami. Yaitu dengan mengikatkan sesiung bawang putih pada seuntai benang.
Jalan Juanda, Samarinda, tahun 80-an masih sedikit penghuninya. Jika saat itu ada yang melintas di sebuah rumah di Jalan Juanda no 82 Samarinda, pasti ada seorang anak perempuan yang sedang duduk di pinggir selokan rumahnya sambil memegang benang. :)


Sepertinya dari mamah aku suka olahraga. Aku ingat sering menonton mamah bermain tenis dan voli di kantor kehutanan Samarinda. Dan kalau Mamah ada pertandingan persahabatan ke daerah aku pun tidak ketinggalan.


Ketika aku dan saudari-saudariku belum bisa membaca, mamah lah yang membacakan semua buku dan majalah itu untuk kami. Kemudian mengajari dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah ketika kami mulai duduk di sekolah dasar.


Saat bulan puasa, aku sering duduk di belakang rumah membantu mamah menyuci piring sehabis sahur. Karena air PAM di Kalimantan dulu adalah hal yang mewah (bahkan sampai sekarang, lebih sering mati daripada mengalirnya), kami sering menyuci piring tidak di bawah keran tapi menggunakan air yang ditampung di ember di luar rumah.


Sambil mendengarkan suara azan atau ayat-ayat Quran dari surau di balik tembok belakang rumah aku akan mengobrol dengan mamah, atau cuma terdiam sambil mencari morning star alias bintang timur di langit sebelum subuh yang masih gelap.
At the moment i thought we'd live forever, i thought my parents would grow old together.


Mamah sepeninggal papah adalah mamah yang kuat.
Ya, dulu mamah selalu menangis, sama seperti aku yang menangis setiap hari selama hampir usia kandungan Damar (maaf ya, nak...)
Yang paling kuingat sampai sekarang adalah sehari setelah papah tidak ada. Mamah membuka kulkas dan melihat segelas makanan suplemen papah yang belum sempat diminum.


Tapi akhirnya semua harus berjalan sesuai kehendak-Nya...


Mamah yang sekarang adalah mamah yang mandiri. Sibuk dengan dagangan di warung yang dibuka di garasi rumah setahun setelah kepergian papah. Sibuk dengan tanaman-tanamannya. Terkadang sibuk dengan tetangga dan teman-temannya. Dan yang pasti selalu direpotkan oleh cucu-cucunya. Terutama anak-anak mbak Mima, karena dia bekerja di luar rumah sementara aku stay-at-home mom. Tapi Mamah tidak pernah memanjakan kami. Sebaliknya kami didorong untuk selalu mandiri dan apa-adanya, seperti apa yang papah selalu tekankan kepada anak-anaknya.
Mamah dan Papahku adalah busur yang ada dalam pikiran Kahlil Gibran.
"You are the bows from which your children as living arrows are sent forth"
Begitu ikhlas dan kuat.


Semoga aku bisa menjadi ibu sebaik Mamah....
Semoga aku bisa mengatakan pada diriku, hal yang dikatakan juga oleh penyair Lebanon itu.
"Your children are not your children. They are the sons and daughters of Life's longing for itself"

Hmmmmm.....^_^

Can't wait to see you next week, mom!
My mom, mamah paling hebat di seluruh jagad rayaku =)




mamah, mala, little damar dan little rakha

why do i write these words

I've been writing my journal since i was a little girl, perhaps 10 years old.
Aku menulis di buku-buku dengan sampul-sampul yang lucu dan indah selama sekolah, dan menulis di komputer pribadiku ketika kuliah. Maybe i'm not good at it but I love writing.
Tapi aku tidak pernah tertarik menjadi blogger. Sampai kira-kira beberapa bulan lalu.
Sebelum di Bintaro, kami berpindah-pindah. Sibuk dengan rumah, pekerjaan dan anak-anak, tidak sempat (dan tidak kenal) dengan internet. Kadang keseharianku dibatasi oleh 4 dinding rumah, and well, I was a little bit frustrated sometime (just ask my hubby,he knew it!hehehe...).

Maret 2008 kami pindah ke rumah baru di Althia Park, Bintaro. Ukurannya kecil tapi karena terletak di sudut dan disamping taman jadi kami jatuh cinta dan betah disini.
Akhirnya setelah 5 taun lulus dari kuliah aku kembali menyentuh internet, and here I am.
Mencuri waktu ketika Damar dan Dimas tidur, sambil menepuk-nepuk nyamuk,
di depan komputer dan monitor tua yang sama yang kugunakan ketika menulis Tugas Akhir,
komputer intel celeron yang sama yang digunakan almarhum Papah beberapa tahun yang lalu.

Inspired by Ifa, temen SMP dulu di Jogja, "Ayo Diah, nulis. Biar ntar blognya buat dibaca anak-anak kalau dah gede!"
Juga karena aku tersadar sering meng-google nama Mohammad Amang tapi tetap tidak menemukan apa-apa...
I'm looking for my father's footprints, I'm looking for something that reminds me of him...
cause right now, i don't even have his photograph.

Aku harus ingat untuk menanyakan foto papah ke mamah ketika aku pulang ke jogja lebaran ini.
Bukan berarti jejak langkah itu sama sekali menghilang. Kupikir kenangan itu selalu ada ketika aku memandang anak-anakku. Juga ketika aku melihat tumpukan buku di rumah.
Aku ingat aku dan saudara-saudaraku tumbuh bergelimang buku. Kami jarang jalan-jalan atau makan di luar, tapi buku? Dari mulai majalah, buku-buku enid blyton, dongeng hans andersen, serial STOP, Pippi Longstocking, ensiklopedia, otobiografi hoegeng, Kuantar kau ke gerbang (yang membuatku sebal dengan Bung Karno...), sampai buku-buku tua yang kuambil dari bagian teratas lemari papah di ruang tamu rumah Samarinda dulu.
Buku-buku itu sekarang memang sudah tidak kusimpan, karena dulu setiap pulang ke Melak atau orang Melak datang berkunjung ke Samarinda buku-buku berharga itu akan berpindah tangan.
Baru kusadari, kecintaanku pada buku, dulu dan sekarang, adalah warisan yang tidak ternilai.
Jejak itu juga terlintas ketika aku melangkah sekarang sebagai seorang ibu, istri, sebagai seorang manusia. Kata-kata dan perbuatan kedua orang tuaku telah membekas dalam dan membentuk siapa aku sekarang.

Jadi, aku menulis lagi.
dan suatu hari nanti, entah kapan, ketika Damar dan Dimas membutuhkannya,
mereka akan menemukan kami dimana-mana ^_^
Just do your best and live your best life, my sons...
Be strong, kind, and good persons.
i love you so much.