Showing posts with label environment. Show all posts
Showing posts with label environment. Show all posts

Tuesday, December 29, 2009

You're Not Done Yet, Neither Are We.

A Message to World Leaders from Global Youth.



In daily life, buy local and reduce our domestic waste.
My kids know now that they can start helping our world by recycling kardus susu and burying the kitchen scraps.
Small actions. Big changes.

Tuesday, June 23, 2009

HOME



20% of the world’s population consumes 80% of its resources.
The world spends 12 times more on military expenditures than on aid to developing countries.

5,000 people a day die because of dirty drinking water.
1 billion people have no access to safe drinking water.

Nearly 1 billion people are going hungry.
Over 50% of grain traded around the world is used for animal feed or bio fuels.
40% of arable land has suffered long-term damage.

Every year, 13 millions hectares of forest disappear.
One mammal in 4, one bird in 8, one amphibian in 3 is threatened with extinction.
Species are dying out at a rhythm 1,000 times faster than the natural rate.
Three quarters of fishing grounds are exhausted, depleted or in dangerous decline.

The average temperature of the last 15 years has been the highest ever recorded.
The ice cap is 40% thinner than 40 years ago.
There may be at least 200 million climate refugees by 2050.

Lets be responsible consumers & think about what we buy, it's too late to be a pessimist.

It's time to come together! What's important is not what's gone but what remains. We know that the solutions are there today, we all have the power to change. So what are we waiting for?

It's up to us to write what happens next... TOGETHER.


I cried today, and not because of some soapy korean dramas.
Mataku mberambangi karena menonton "HOME"nya Yann Arthus-Bertrand.
Film dokumenter ini dimulai dengan terbentuknya bumi. Dan bagaimana bumi berubah begitu cepat dalam tahun-tahun terakhir. You have to watch it to know what I mean.

Film tersebut juga menceritakan tentang hutan Kalimantan yang, dengan kecepatan perusakan seperti sekarang, akan hilang dalam sepuluh tahun ke depan. Hal ini terutama karena pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit.
Contoh perusakan hutan primer yang digantikan untuk hutan industri yang lain adalah hutan eukaliptus di Australia dan Tasmania serta deforestasi Amazon dan hutan Amerika Selatan untuk tanaman kedelai (soybean).
Satu hal yang paling teringat, pernyataan bahwa bagaimana free trade bisa dianggap fair trade, jika satu pihak memanen dengan tangan sementara yang lain dengan mesin.

Menceritakan film ini ke Dewo akan berujung dengan perdebatan "Is global warming a myth?" ^^
Dia lebih berpihak ke Michael Chrichton dengan State of Fear-nya.

Tapi karena :
-menghemat listrik dan air (Sedih juga sejak pindah ke Balikpapan dan mendapatkan listrik di kompleks menggunakan genset. Yang berarti mau pemakaian listrik dikit atau banyak konsumsi bahan bakarnya sama...),
-memilah dan membuang sampah pada tempatnya,
-mengurangi pemakaian plastik (inget untuk mbawa-mbawa tas belanja kalo ke Maxi atau Hero!!),
-membeli sayuran dan bahan pangan lokal (mulai merambah ke brand-brand lokal karena aku mulai milih torabika/kapal api, bukan nescafe walopun nescafe diproduksi di dalam negeri),
sebisa mungkin adalah solusi harian di keluarga kami... perdebatan itu akhirnya jadi kurang begitu penting.

Thursday, March 26, 2009

Children



Beautiful children.
Precious children like yours and mine.

Will I ruin the mood if I remind you about theirs?

A song for Palestinian children, Look Into My Eyes by Outlandish.




Shine a light for every Soul that ain't with us no more...

Wednesday, March 25, 2009

Picture Of The Day : Our Waste Management




This picture's from the Independent. It said : A group of scavengers collect plastics for recycling at Jakarta's main garbage dump at Bantar Gebang district, Indonesia. A group can collect up to 2 tonnes of plastic a day and sell it for 2-5 million rupiah ($166-416).

Picture like this always make me sad.
Remember when the same Bantar Gebang killed some people in 2006?

Indonesian people are not used to waste management.
But we're getting there.

Intinya hanya kemauan, strong will. Seperti yang telah dilakukan oleh masyarakat Banjarsari, Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka telah menerapkan 4R, "reducing, reusing, recycling and replanting", jauh sebelum warga perumahan mewah Bintaro akhir-akhir ini berlomba-lomba menerapkan green homes dan green environment.

Di rumah, kami sudah menerapkan pemilahan sampah selama 2 tahunan. Awalnya hanya karena ngga tega melihat pemulung memisahkan sampah plastik dan kertas yang bisa mereka jual dari tumpukan sampah basah.
Sekarang Damar dan Dimas pun sudah terbiasa membuang botol bekas susu mereka ke dus "botol susu".
Tadi pagi kami menjual koran-koran bekas dan menyerahkan mainan-mainan lama dan beberapa hasil menyortir tumpukan barang-barang di rumah ke bapak pemulung yang tiap hari lewat.
Sempet tarik-tarikan dulu sama Damar karena tiba-tiba dia ngga mau melepas mainan pesawat dan trolinya yang sudah rusak. Mungkin perasaanya saat itu sama dengan perasaanku waktu Dagadu favoritku ( Make Laugh Not War!) dari jaman kuliah dipensiunkan Dewo karena sudah berubah warna. Akhirnya air mata yang mengalir deras itu berhenti setelah tawar-menawar untuk membeli mainan baru kalo udah gajian.

Yang masih jadi PR, pengolahan sampah basah. Percobaan untuk bikin lubang biopori masih gagal. Ngga kuat muter alat pembuat lobang biopori... >,<
Apalagi sekarang mau pindah. Mungkin dilanjutkan di Balikpapan...

Tapi kemaren sempet berhasil mengolah sampah biji mangga dan rambutan. Caranya? Disebar di halaman! Dan tumbuh!!! Beberapa bibit pohon rambutan sudah dibagi-bagi ke tetangga. Ah, senangnya...^^

Before I'll stop writing, need to mention Earth Hour!
Or just visit http://www.earthhour.org/.

Hmmm,must start to think things to do with my children during that one hour, kalo mereka belum tidur.