Tuesday, June 23, 2009

HOME



20% of the world’s population consumes 80% of its resources.
The world spends 12 times more on military expenditures than on aid to developing countries.

5,000 people a day die because of dirty drinking water.
1 billion people have no access to safe drinking water.

Nearly 1 billion people are going hungry.
Over 50% of grain traded around the world is used for animal feed or bio fuels.
40% of arable land has suffered long-term damage.

Every year, 13 millions hectares of forest disappear.
One mammal in 4, one bird in 8, one amphibian in 3 is threatened with extinction.
Species are dying out at a rhythm 1,000 times faster than the natural rate.
Three quarters of fishing grounds are exhausted, depleted or in dangerous decline.

The average temperature of the last 15 years has been the highest ever recorded.
The ice cap is 40% thinner than 40 years ago.
There may be at least 200 million climate refugees by 2050.

Lets be responsible consumers & think about what we buy, it's too late to be a pessimist.

It's time to come together! What's important is not what's gone but what remains. We know that the solutions are there today, we all have the power to change. So what are we waiting for?

It's up to us to write what happens next... TOGETHER.


I cried today, and not because of some soapy korean dramas.
Mataku mberambangi karena menonton "HOME"nya Yann Arthus-Bertrand.
Film dokumenter ini dimulai dengan terbentuknya bumi. Dan bagaimana bumi berubah begitu cepat dalam tahun-tahun terakhir. You have to watch it to know what I mean.

Film tersebut juga menceritakan tentang hutan Kalimantan yang, dengan kecepatan perusakan seperti sekarang, akan hilang dalam sepuluh tahun ke depan. Hal ini terutama karena pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit.
Contoh perusakan hutan primer yang digantikan untuk hutan industri yang lain adalah hutan eukaliptus di Australia dan Tasmania serta deforestasi Amazon dan hutan Amerika Selatan untuk tanaman kedelai (soybean).
Satu hal yang paling teringat, pernyataan bahwa bagaimana free trade bisa dianggap fair trade, jika satu pihak memanen dengan tangan sementara yang lain dengan mesin.

Menceritakan film ini ke Dewo akan berujung dengan perdebatan "Is global warming a myth?" ^^
Dia lebih berpihak ke Michael Chrichton dengan State of Fear-nya.

Tapi karena :
-menghemat listrik dan air (Sedih juga sejak pindah ke Balikpapan dan mendapatkan listrik di kompleks menggunakan genset. Yang berarti mau pemakaian listrik dikit atau banyak konsumsi bahan bakarnya sama...),
-memilah dan membuang sampah pada tempatnya,
-mengurangi pemakaian plastik (inget untuk mbawa-mbawa tas belanja kalo ke Maxi atau Hero!!),
-membeli sayuran dan bahan pangan lokal (mulai merambah ke brand-brand lokal karena aku mulai milih torabika/kapal api, bukan nescafe walopun nescafe diproduksi di dalam negeri),
sebisa mungkin adalah solusi harian di keluarga kami... perdebatan itu akhirnya jadi kurang begitu penting.

No comments: