Wednesday, June 3, 2009

Free Ibu Prita!

Sementara koruptor berkeliaran, anak mantan presiden yang membunuh jaksa muncul di infotainment dan rumah ibadah dirusak...aparat negara ini malah menangkap seorang ibu rumah tangga yang berjuang mendapatkan perawatan kesehatan yang jujur dan profesional.



Read Prita's case in here or here. Juga perkembangannya di sini.

Aku sendiri pernah punya pengalaman dengan Omni. Waktu itu Dimas terkena serangan asma. Kami ke klinik anak di Omni, dan Dr J langsung menyarankan Dimas opname bahkan tanpa memeriksa (hanya melihat dari seberang meja). Dewo yang dari kecil memang sering asma langsung menolak, karena menurut dia asma bukanlah penyakit yang perlu diopname.

Keluarga kami memang sebisa mungkin menjauhi dokter atau obat-obatan. Mungkin karena dari Damar bayi pernah beberapa kali mengalami ketidakcocokan dengan dokter anak.Kalo anak-anak flu batuk biasa biasanya kami jaga tetap makan minum bergizi, istirahat diperbanyak dan minum madu atau kencur. Kalo demam dikompres dan banyak minum.

Hal-hal yang membuat kami menjauhi rumah sakit, dokter dan obat adalah :
Dokter yang tidak komunikatif, bahkan terkesan arogan dan sombong kalo diberi pertanyaan.
Obat-obatan yang banyak dan mahal, padahal hanya flu atau batuk. Apalagi antibiotik yang terbukti sebaiknya tidak diberikan sembarangan ke anak kecil. Bukannya sembuh malah merusak kekebalan dan fungsi tubuh.
Bukan rahasia lagi bahwa dokter dan rumah sakit mendapat komisi dari obat dan produk yang dijual. Bahkan beberapa rumah sakit berusaha menghalangi ibu baru untuk menyusui bayinya secara eksklusif dan membujuk si ibu untuk memberikan susu merek tertentu untuk bayinya.

Semua pengalaman itu membuatku bertanya-tanya, apakah kode etik dokter masih dipegang oleh sebagian dokter itu? Apakah empati dan simpati masih mereka punyai bersama keahlian dan profesionalitas mereka?

Ketika pasien dan konsumen bertanya, meminta penjelasan, penindasan seperti yang dialami Prita kah yang pantas mereka dapatkan????

Demi anak-anak Ibu Prita, demi penegakkan hukum dan keadilan, demi rakyat yang merindukan Indonesia yang lebih ramah dan manusiawi...Ibu Prita harus bebas.

Dukungan untuk Prita di facebook.

No comments: