Tuesday, November 11, 2008

Sendiri yang sepi

Tadi pagi bapake Damar Dimas berangkat ke Balikpapan. Cuma sampai besok malam sih...
Waktu tau papahnya mau pergi naik pesawat, Damar bilang begini,
" Pah, Damar mau ke rumah nenek di Jogja...naik Luthfansa!"
Kebanyakan mbaca (ngeliat-red) buku dia!

Hari ini sudah diisi dengan menyibukkan diri.
Mbayar air dan belanja berdua Damar. Seperti biasa kita belanja di Indomaret.
Selain dekat, juga tempat belanja favorit damar begitu dia tau lebahnya Indomaret namanya Domar.
Jingle-nya aja dia hapal...

"Indomaret dimana-mana, dekat anda semua suka
Indomaret untuk keluarga, melayani kebutuhan
Utama sehari-hari...Indomaret milik bersama
Indomaret pilihan tepat
Indomaret mudah dan hemat.... "

Hehehe, jadi iklan...

Anyway, udah sering banget aku dan dewo belanja disana. Tetap saja mereka masih heran kalo kita minta belanjaan dimasukin ke tas kain yang aku bawa. Dan aku mengulang lagi alasan "plastik di rumah dah banyak,mbak!" Hhhhhh....

Waduh...aku gak bisa nulis lagi nih.
Barusan Damar throw up, dah kubersihin sih.
Tapi baunya menguar. Campuran susu strawberry dan kue coklat yang sudah diproses 3 jam di perut anakku tersayang itu.
Sudah pengalaman dengan segala jenis muntahan selama 4 tahun kok ya masih pusing nyium bau muntah ya?
Pusyingg...

So, here I am. Writing on my own.
Biasanya ada yang ngintip-ngintip di balik pundak ( that would be Damar), atau narik-narik baju minta dicintai dan, of course, dineneni (that's definitely Dimas), atau nonton bola sambil bolak-balik koran terus mijet-mijet punggungku (who else? Dewo).

Sendiri yang sepi.
Sepi yang sendiri. Bahkan aku malas mendengarkan lagu.

Jadi inget tadi sore.
Smsku ke Dewo nanya kabar, dijawab dengan bersemangat, " Mau makan malam di dapen nih, sambil main bilyard!"
Saat itu aku sedang duduk di teras rumah sambil memandang hujan, merasakan angin dingin yang mengingatkanku pada angin di gunung, sendiri saja (anak-anak dikunci di dalam rumah sama mbak Yuk ^_^)

DAN MALAM INI AKU MELER!!!! Thanks to berdingin-dingin di teras rumah, hihihihi....

Suamiku sayang, berikan aku satu cuti naik gunung sebelum kita pindah lagi, dan rumah di balikpapan yang gak pake mati lampu 12 jam atau narik-narik selang dari rumah tetangga waktu PAM mati (dan bisa dipastikan selalu mati!). That's not too much to ask, is it? ( I know the answer : "Banyak amat mintanya...rumah yang kayak gitu di balikpapan kan cuma rumahnya ekspat!" Hehehehe....)

Pusyiingg...meleerrr....nguantuuukkkk....
Kuangen mamah... (mbok-mbokanne metu!)

1 comment:

Catatan Pinggir said...

mo pindah lagi ya dee...